Pages

Ads 468x60px

Thursday, August 1, 2013

Alamak, 5 Kota Di Amerika Ini Bangkrut Dan Punya Hutang Segunung.Berikut lima kota yang bangkrut dengan jumlah utang terbesar di AS:

Alamak, 5 Kota Di Amerika Ini Bangkrut Dan Punya Hutang Segunung.Detroit, salah satu kota di negara bagian Michigan, Amerika Serikat (AS) mengajukan berkas pernyataan kebangkrutannya pada pengadilan Federal pada 18 Juli lalu. Detroit dengan utang sebesar US$ 18 miliar atau setara Rp 184,6 triliun tersebut mengajukan permohonan perlindungan tagihan dari para kreditor.

Seperti dilansir dari Forbes, Kamis (1/8/2013), menurut ekonom senior AS di Capital Economics Paul Dales, kasus ini merupakan kebangkrutan kota terbesar sepanjang sejarah AS yang diprediksi bakal memicu perselisihan antara pengadilan dengan para kreditor.

Kejadian ini sekaligus membuka bab baru perjuangan Detroit untuk pulih setelah lama terbuai sebagai raja industri otomotif Amerika.

Status kepailitan pada Pasal 9 dalam regulasi pengaturan kebangkrutan di AS yang diajukan Detroit, dikatakan dapat menjadi benteng kota dari ancaman penyitaan akibat utang yang menggunung. Perlindungan pemerintah ini dapat membekukan perintah penyitaan dan mampu mereorganisasi utang.

Meski demikian, ternyata Detroit bukan satu-satunya kota yang mengalami kebangkrutan di AS. Sebelumnya beberapa kota di California pun mengalami hal serupa.

Berikut lima kota yang bangkrut dengan jumlah utang terbesar di AS:


1. Detroit, Michigan

Alamak, 5 Kota Di Amerika Ini Bangkrut Dan Punya Hutang Segunung


Jumlah utang: US$ 18 miliar
Pengajuan status kepailitan: 18 Juli 2013
Penyebab kebangkrutan: Defisit anggaran sejak 2008, penurunan jumlah penduduk, tingginya biaya kesehatan, lonjakan utang dana pensiun, rusaknya sebagian infrastruktur kota, dan terlalu banyak pinjaman.

2. Jefferson County, Alabama

Alamak, 5 Kota Di Amerika Ini Bangkrut Dan Punya Hutang Segunung


Jumlah utang: US$ 4 miliar
Pengajuan status kepailitan: 10 November 2011
Penyebab kebangkrutan: Masalah sistem pembuangan limbah kota

3. Orange County, California

Alamak, 5 Kota Di Amerika Ini Bangkrut Dan Punya Hutang Segunung


Jumlah utang: US$ 2 miliar
Pengajuan status kepailitan: 6 Desember 1994
Penyebab kebangkrutan: Penerapan strategi investasi berisiko

4. Stockton, California

Alamak, 5 Kota Di Amerika Ini Bangkrut Dan Punya Hutang Segunung


Jumlah utang: US$ 1 miliar
Pengajuan status kepailitan: 27 Juni 2012
Penyebab kebangkrutan: Krisis kredit perumahan berkepanjangan

5. San Bernardino County, California (2012)

Alamak, 5 Kota Di Amerika Ini Bangkrut Dan Punya Hutang Segunung


Jumlah utang: US$ 500 juta
Pengajuan status kepailitan: 3 Agustus 2012
Penyebab kebangkrutan: Tingginya defisit anggaran, angka pengangguran yang tinggi dan masalah tunggakan kredit perumahan.

Pria Tewas Ditikam, Gara-Gara Tidak Mau Berhenti Bernyanyi ..Bangkok : Satu kejadian naas menimpa seorang turis asal amerika.Ia ditikam hingga tewas hanya gara-gara tidak mau berhenti bernyanyi.Bobby Ray Carter nama turis tersebut.

Bangkok : Satu kejadian naas menimpa seorang turis asal amerika.Ia ditikam hingga tewas hanya gara-gara tidak mau berhenti bernyanyi.Bobby Ray Carter nama turis tersebut.

Dilansir dari News.com.au, Jumat (1/8/2013), Bobby diduga ditikam oleh 3 musisi Thailand yang kesal dengannya.
Pria Tewas Ditikam, gara-Gara Tidak Mau Berhenti Bernyanyi

"Turis Amerika itu diduga ditikam, setelah ia menolak untuk berhenti bernyanyi di sebuah bar, di resor wisata populer," kata Letnan Kolonel Attapong Seanjaiwuth polisi wisata Krabi.

Bobby yang berusia 51 tahun pun meninggal dengan 2 luka tusuk pada bagian dada. Sementara anaknya, Adam yang berusia 27 tahun, selamat dan mengalami luka tusuk di bagian lengan.

Insiden penusukan dengan anggota band tempat Bobby bernyanyi itu terjadi di Saloon Longhorn, di pantai Ao Nang di Krabi pada Rabu 31 Juli pagi waktu setempat.

Awalnya Bobby bergabung dengan para musisi di atas panggung untuk bernyanyi dalam acara 'jam with the band' di pub. Tapi tiba-tiba terjadi keributan ketika dia menolak untuk berhenti bernyanyi, ketika para musisi yang mengiringinya hendak beristirahat.

"Dia (Bobby) dan anaknya (Adam) bertengkar dengan ketiga musisi karena dia tidak akan berhenti bernyanyi, meskipun musisi ingin beristirahat," urai Letnan Kolonel Attapong.

"Dia (Bobby) kemudian meminta uang yang telah diberikan sebagai ganti rugi ketidakpuasannya. Tetapi perkelahian pecah di luar pub. Dia ditikam 2 kali, dan meninggal saat dalam perjalanan ke rumah sakit setempat," jelasnya.

Keributan itu tentu saja dipertanyakan, sebab dalam situs Saloon Longhorn diiklankan bahwa 'jam with the band' sebagai salah satu atraksi musik yang bagus, menyenangkan dengan staf yang ramah. Namun buktinya, terjadi perkelahian yang menewaskan salah satu pengunjungnya.

Beberapa bulan terakhir, Thailand memang sedang dalam pengawasan terkait pelayanan terhadap wisatawan asing, yang merupakan andalan sumber ekonomi negara tersebut.

Para turis asing yang mengunjungi Thailand, memang telah melaporkan serangkaian keluhan terhadap pemerintah setempat terkait dari penipuan jet ski, meracuni minuman, perampokan dan penyerangan bahkan pemerasan oleh oknum polisi.

Melihat kondisi tersebut, beberapa duta besar Eropa pun mengangkat masalah tersebut baru-baru ini dengan pihak berwenang setempat dalam kunjungan ke pulau wisata Phuket, di mana seorang wanita Australia 59 tahun tewas pada Juni 2012 dalam perampokan.

Sebelumnya pada bulan Juli, seorang pria Amerika digorok sampai mati oleh seorang sopir taksi di Bangkok karena adu omongan soal tarif.

Catatan buruk itu berasal dari 22 juta orang asing yang mengunjungi Thailand tahun lalu. Meskipun sebagian besar tidak mengalami masalah serius, namun diplomat mengatakan tindakan keras diperlukan untuk memastikan perlindungan mereka.

Mengintip Suasana Ramadan Di Adelaide Australia.

GLOPBAL WEB PORTAL- Seperti mengemut permen, manis-manis-asam. Ini gambaran menjalani puasa di negeri orang. Manis pertama karena bahagia bertemu Ramadhan. Manis kedua karena dapat merasakan nuansa bulan suci yang berbeda dari tahun sebelumnya.
Mengintip Suasana Berpuasa Di Adelaide Australia
australiA...

Namun, memang terkadang agak sama karena penuh tantangan dan godaan yang lebih besar. Pada 2013 merupakan tahun pertama berpuasa di luar negeri, yaitu Adelaide, Australia. Seperti Muslim lainnya, selain puasa, kegiatan lainnya adalah tarawih dan membaca Alquran.

Sejumlah ceramah, baik yang diselenggarakan masyarakat Muslim lokal maupun komunitas Indonesia juga diikuti. Sebenarnya, menjalankan ibadah puasa di Australia saat ini bisa dibilang lebih “menguntungkan” dibanding negara-negara Eropa, Amerika, bahkan Indonesia.

Australia yang berada di belahan bumi selatan, saat ini memiliki waktu malam lebih panjang dibandingkan siang harinya. Dengan demikian, durasi berpuasa menjadi lebih singkat. Di Adelaide, misalnya, imsak jatuh pada pukul 05.42 waktu setempat.

Sedangkan, Maghrib pada pukul 17.26 waktu setempat. Jadi, Muslim di Adelaide praktis berpuasa tidak sampai 12 jam. Di sisi lain, Ramadhan tiba di awal musim dingin. Ini membuat udara di bumi Australia menjadi lebih sejuk. Puasa lebih nyaman dan tak menguras keringat.

Meski demikian, tantangan tetap saja ada. Berpuasa di negeri tempat Muslim adalah minoritas menjadi tantangan tersendiri. Restoran dan tempat-tempat hiburan tetap berjalan seperti biasa. Banyak orang berlalu-lalang sembari makan dan minum.

Sering kali orang-orang menatap heran ketika mengetahui Muslim menjalankan puasa. “Mengapa kamu puasa, apa tidak lapar?” Demikian sejumlah pertanyaann yang sempat diajukan mereka. Ada yang bertanya karena ingin tahu, ada pula yang sekadar basa-basi.

Bagi yang bertanya karena keingintahuannya, penjelasan disampaikan dengan sebaik-baiknya. “Dalam Islam, kami berpuasa untuk membersihkan diri dan berpuasa juga turut menyehatkan badan.” Ini jawaban yang diberikan kepada mereka.

Suatu waktu, kerinduan suasana Ramadhan di Tanah Air muncul. Mulai dari pawai Ramadhan, kegiatan selama bulan suci, dan azan yang diperdengarkan melalui pengeras suara masjid. Tapi, kerinduan ini terobati dengan kuatnya persaudaraan sesama Muslim di Australia.

Islam yang diyakini dari hampir setengah juta penduduk di Australia cukup dapat melahirkan persaudaraan yang erat antara sesama Muslim. Latar belakang negara dan etnis yang berbeda malah menjadi keistimewaan tersendiri untuk saling mengenal.

Data dari Islamic Information Centre of South Australia (IICSA) menyatakan, saat ini terdapat 11 masjid yang didirikan oleh berbagai komunitas etnis di sekitar Australia Selatan, seperti Masjid Adelaide, Masjid Al Khalil, Masjid Umar bin Khathab, dan Masjid Parafield Garden.

Maka, ketika waktu Maghrib tiba, setiap Muslim dapat berbuka puasa secara gratis di masjid-masjid tersebut. Sebagai bonus, mereka juga dapat mencicipi hidangan dari berbagai negara, seperti dari Timur Tengah, Turki, dan lainnya.

Tidak hanya itu, Ramadhan juga menjadi momen penguat persaudaraan Muslim Indonesia di Adelaide. Bisa jadi, rasa senasib sepenanggungan berpuasa di negeri orang menjadi salah satu faktor kunci dalam hal ini.

Tidak jarang sesama warga pun sering mengirim hidangan berbuka ataupun berbuka puasa bersama. Tentunya, dengan hidangan-hidangan khas, seperti gorengan, bakso, siomay, kolak, dan sederet makanan dan minuman lainnya. Semuanya menjadi obat rindu kampung halaman.

Organisasi keislaman Indonesia di Australia berperan penting menghidupkan Ramadhan. MIIAS atau Masyarakat Islam Indonesia Australia Selatan, misalnya, memiliki berbagai kegiatan. Sebut saja buka puasa bersama, pelatihan Alquran, berbagi pengalaman mualaf, dan penyaluran zakat.

Tak hanya MIIAS, komunitas islam lainnya, KIA atau Kajian Islam Adelaide juga turut menyelenggarakan kegiatan-kegiatan selama bulan Ramadhan. Selain aktivitas ibadah, mereka menggiatkan tim rebana untuk melantunkan shalawat dan berbagai lagu daerah.
source:republika.co.id

Europe's Offshore Wind sector going from strength to strength."It highlights the significant challenges faced by the offshore wind sector.




Official figures just released confirms the continuing strength of the offshore wind sector throughout Europe,with 277 further wind turbines, totalling over 1 megawatts (MW) of power,having been fully grid connected in Europe during the first six months of 2013.The is double the amount installed in the same period of 2012 when 523.2 MW was grid connected. In addition, 268 foundations were installed and 254 turbines erected, all during the first 181 days of the year.

These new 277 wind turbines were spread across 7 wind farms,5 of which were off the United Kingdom,including the current world's largest offshore wind farm, the London Array.

Total offshore capacity throughout Europe now stands at 6,040 MW across 58 wind farms in ten countries whilst another 21 offshore wind farms are under construction or advanced planning, which will increase total capacity by a further 5,694 MW.However the future may not be quite so bright as,Justin Wilkes, Director of Policy at the European Wind Energy Association (EWEA) commented.

"Offshore wind power installations were significantly higher than in the first six months of last year" 

"But financing of new projects has slowed down with only one project reaching financial close so far this year. This, together with a lack of orders being placed for offshore wind turbines, substructures and components, reflects the regulatory uncertainty in key offshore markets including Germany and the UK.

"It highlights the significant challenges faced by the offshore wind sector.

"Offshore wind is a new industry that creates jobs, reduces fossil fuel imports and in which Europe is a world leader with huge export opportunities. The installation rate shows what the European offshore wind industry is now capable of. But to attract investment to the sector governments need to provide a stable regulatory framework and the EU should set a binding renewable target for 2030".


RAJKANIKA'S RAJBHATI,ODISHA TURISIM.KANIKA PALLCE

 Kanika Palace is a massive palace constructed by the King of Kanika, Rajendra Narayan Bhanja Deo. It is constructed on an area of 4 acres of land and the height of the structure is 75 feet. It is situated in Rajkanika Block and is around 50 km from the district headquarters. The beauty of the palace is unbelievable.


Standing tall despite the ravages of time the Rajakanika palace is proof of the glorious exploits of king Rajendranarayan Bhanja Deo who laid the foundation stone of the palace June 9, 1909.
To give a whole new dimension to the erstwhile kingdom of Kanika, the new capital, Rajkanika, was built as a block. The palace was also built with the intention to provide employment to many people.
It has four to five courtyards and houses two ponds measuring six to 10 acres each which were dug up in a traditional manner by a British architect. The palace is divided into three sections; the main palace, the ladies’ enclosure and the summer retreat. The drawing room hosts a stencil painting about 100 years old and hallmark of the breathtaking beauty of the palace known for its oriental furniture and an elegant wooden staircase. The walls are adorned with stained Belgium glasses.
The Kanika museum inside the palace has the largest crocodile skull in the world. It also showcases hunting trophies and other rare artifact. Set up in the 1960s by the royal family, it has hundreds of antique pieces comprising wildlife trophies, mirrors painting rare photographs and art pieces on display. The museum was renovated recently for public display, thanks to the efforts of the scion of the regal family, Shivendra Narayan Bhanja Deo stays with his family at Kanika palace. ‘’Kanika is close to our heart and we can never think of shifting anywhere. We are trying our best to renovate the palace to maintain its glory and fame’’, says Shivendra Narayan.
 ESTABLISH: 9TH JUNE 1909


 CROCODILE'S HEAD..........
 ELEPHANTS HEAD.........


 Rajendra Narayan Bhanja Deo
 SON OF Rajendra Narayan Bhanja Deo..............
 The real tiger skin Rajknika Palace............




 ELEPHANT'S LEG .............


 Billard;'s Board Rajknika Palace
  Rajendra Narayan Bhanja Deo





 RAJKANIKA PALACE








 TEMPLE
 RAJKANIKA PALACE............


 RAJKANIKA PALCE GATE...........




 RANI;S POND .............

A 22-year-old JNU student was attacked by an axe-wielding classmate in the campus on Wednesday.

Police at the JNU campus after the incident on Wednesday.




A 22-year-old JNU student was attacked by an axe-wielding classmate in the campus on Wednesday. While the victim, Roshni Kumari Gupta, has been admitted to hospital with serious injuries, the classmate killed himself immediately after the incident.

The accused, 23-year-old Akash Kumar, had been stalking Gupta for a while. Both are third-year students pursuing Korean Studies in the School of Language.

The incident took place around 11am when students were taking a break in between classes. Kumar, who was also carrying a country-made pistol and a knife, allegedly forced his way into the classroom number 213 and asked all students to move out of the way, threatening them with his gun.

He had a heated argument with Gupta, and started hitting her repeatedly on the neck and scalp with the axe. He then consumed poison and slashed his own neck.

All this while, students watched in horror. It was only when Kumar fell to the ground that they rushed the two to the hospital.

Friends of the victim said Kumar, who lived in Jhelum hostel, had been upset after Gupta, who lived in Shipra hostel, spurned his advances. Others gave a slightly different version, saying that the two had been in a relationship, which Gupta ended, and Kumar had been pursuing her ever since.

“They were good friends, but some issues had cropped up between them lately,” said a student who did not wish to be named.

Some friends also said that Kumar took the extreme step after being admonished by his father. Apparently, his father had found out that Kumar was lying about being in a loving relationship with Gupta.

Students who witnessed Wednesday’s ordeal said that Kumar, who hails from Gaya, threatened to shoot them if they tried to help Gupta, a resident of Muzaffarpur. “Akash 
forced us to move out and we were helpless. It was only when he fell to the ground that we entered the class and took both of them to hospital,” said one of the eyewitnesses.

While Kumar died at AIIMS due to poisoning, Gupta is admitted to Safdarjung Hospital in a critical situation. “Her condition is critical... She has serious injuries on her neck and scalp,” doctors attending to Gupta said.

The police have lodged a case against Kumar and have recovered a country-made pistol, a knife, an axe and some poisonous substance from him. “It seems to be an ego issue as the two were close friends. We have also recovered a note from Kumar, which points to a strained relationship between them,” said BS Jaiswal, deputy commissinor of police (south).

JNU professor Kamal Mitra Chenoy alleged that the girl was first taken to AIIMS, but was refused admission and had to be rushed to Safdarjung.

The JNU administration has initiated a preliminary inquiry into the incident. “The administration is taking every possible step to ensure that such incidents are not repeated,” a statement said. 
 

Sample text

Sample Text

Sample Text